Tuesday, May 05, 2015

Galau Sya-lala-la

Bismillahirrahmanirrahim.....

Hulaaaa Mei, udah Mei aja lagi ini. Gak kerasa banget yak. Eeehh eehh, berarti tidak lama lagi Faraz akan MP-ASI. Yuuhuuuu Anak Ganteng Mama ntar lagi lulus S-1 ASInya terus lanjut dengan MP-ASI. Semoga nanti prosesnya lancar, Aamiin. Emaknya ini dagdigdug deerr looh menunggu momen MP-ASI perdana itu, tapi ooh tapiii saat ini Mama juga lagi galau niih. 

Looh, galau kenapa lagi nih si Mama Faraz? Galau karena MP-ASI? Hmm, itu salah satunya. Tapi bukaaan, bukaaaan itu yang jadi fokus utama kegalauan yang akan di posting kali ini. Lalu, kemudian apaaa dooong? 

Galau pengen punya domain sendiri juga, xiixixix. Biar kekinian gitu #eh. Gak deng, sebenarnya ini siih keinginan terpendam yang sudah sejak lama diidamkan namun tak kunjung kesampaen juga. Udah dari kapan tahun sebenarnya niat pengen punya domain sendiri juga, eh tapi sebagai pecinta gratisan mikir lagi dooong "lah, klo ada yang gratisan kenapa harus beli?". Jadi deh tiap kali ingin melaksanakan niat itu diulur-ulur lagi seperti main layangan.

Nah sekarang ini keinginan punya domain sendiri itu muncul lagi, bahkan menggebu-gebu sampai bikin gak bisa tidur nyenyak dan makan lahap pake banget, beeuuh! Tapi melihat frekuensi menulis saya yang masih jauh dari ukuran stabil yang malah cenderung ke arah labil, kembali mikir lagi deh: udah tepat gak sih sekarang punya domain sendiri? Aaarrhhh galau dah! Tapi bisa jadi dengan adanya domain sendiri akan jadi satu motivasi tersendiri bagi saya untuk membangkitkan semangat menulis lagi, sama ketika saya untuk pertama kalinya menggunakan template berbayar ini. Walau tulisannya masih kebanyakan curhat geje dan random posting lainnya serta mengejar barang gratisan lewat ikut serta dalam berbagai GA, gak apa-apa kan ya? Namanya juga blog saya, ya suka-suka saya juga dong yak, hehehehh #mulaigaring.

Mungkin perlu semedi lebih lanjut ini mah, biar mantap. Apa perlu naik ke gunung? Atau berlari ke pantai kemudian pecahkan saja gelasnya, biar ramai #looh makin garing. Emangnya ini AADC? Udah lewat keleeess :p Saya yakin kalau saya memutuskan untuk akhirnya membeli domain itu akan ada drama kegalauan baru lagi: pemberian nama, menentukan domain apa yang akan saya pakai, hadeehh kayaknya drama pun berlanjut jadi sinetron ini mah, xixiixix.

Haduuuh, help dooong. Bagi yang tersesat mampir kemari, mohon masukannya dong ini. Tetap dengan gratisan ini atau bolehlah dicoba untuk gaya berdomain sendiri. Atau kali aja ada yang mau sukarela ngasih domain gratis? Saya gak nolak loohh #ngarep =)

Udahan aaahh, nanti makin ngelantur kemana-mana aja ntar nih postingannya. Semoga balada kegalauan saya ini segera berlalu :D


 

Wednesday, April 22, 2015

Clodi: Sehat-Hemat-Selamat!

Bismillahirrahmanirrahim.....

Alhamdulillah, belakangan ini ide di otak lumayan banyak, tapi kadang waktunya nih yang kurang untuk sekedar post *hadeehh, ngeeeleeess!! Nah sekarang mumpung Baby Faraz lagi tenang gak minta gendong, Mama mau nulis bentar yaaah. Semoga ide nulis yang mulai berseliweran ini bisa segera jadi postingan dimari. Sumpeeehh, saya kangen ngeblog loooh ;)

Clodi: Sehat-Hemat-Selamat? Loh slogan apa pula itu? 

Jadi gini, sejak hamil 5 bulanan itu saya mulai rajin baca-baca artikel tentang clodi, niatnya siih klo mau pakein clodi juga buat si bayi. Ooh iyah, udah pada tahu clodi kan? Itu loh, cloth diaper atau popok kain yang bisa dicuci, jadi gak kayak disposable diaper aka popok sekali pakai (pospak) yang cuma bisa sekali pake doang abis itu akan berakhir di TPS. 

Dari artikel-artikel dan blog Emak-emak yang udah pada pakai clodi, menjelaskan dan menceritakan tentang serba-serbi clodi, plus minus menggunakan clodi vs pospak. Katanya dengan clodi itu bayi akan terhindar dari ruam popok. Tahu sendiri kan ya bahan dasar pembuatan popok itu adalah serat kayu dan tambahan bahan kimia untuk menghasilkan plastik yang dapat memicu alergi dan iritasi pada kulit bayi dan bahaya pospak lainnya jika secara rutin terus menerus menggunakannya. Tidak hanya itu, menggunakan pospak sama aja dengan pemborosan, mending duitnya dipakai buat keperluan lain si bayi juga emaknya, *mulai deh perhitungannya* xixixixix :p 

Perkiraan kasar aja nih *BRB ambil kalkulator* :p
Dalam sehari itu bayi memerlukan 5-6 kali ganti popok dengan kisaran harga Rp 3.000/popok. Nah coba dikali seminggu, kemudian sebulan dan selanjutnya setahun. Udah kebayang kan berapa yang akan kita keluarkan untuk biaya tersebut? Pada umumnya anak bisa bilang ingin BAK dan BAB itu di umur dua tahun. Berarti mari kalikan lagi jumlah tadi menjadi dua, itulah hasilnya. Fantastik juga yaaa? Sedangkan jika menggunakan clodi kita bisa lebih menghemat :) Iya siih kita akan mengeluarkan budget lebih banyak di awal ketika akan memulai menggunakan clodi, tapi karena clodi yang bersifat reusable aka dapat digunakan lagi itu akan jauh lebih menghemat pengeluaran kita, bahkan jika perawatannya baik clodi bisa jadi warisan untuk adiknya si kakak, heheheh.

Ups, semua memang punya plus minus, jika pospak itu praktis langsung bisa dibuang beda nih jika menggunakan clodi, siap-siap aja ya kita punya tambahan PR lagi ketika si bayi abis BAK maupun BAB. Yups! Mencuci clodi tersebut ;) Tapi, dengan menggunakan clodi yang reusable itu sama juga kan ya kita telah menolong menyelamatkan bumi kita ini dari tumpukan sampah pospak yang menggunung yang butuh waktu bertahun-tahun bahkan mungkin sampai ratusan tahun bisa kembali terurai di dalam tanah. 

Setelah baca tentang serba-serbi clodi dan lihat motif-motifnya jadi penasaran dan semakin ingin menggunakannya untuk si bayi kelak. Tapi, waktu itu saya cuma sekedar window shopping aja dari toko yang satu ke toko (online) lainnya. Sempat BBMan juga ama Mbak Nadya -teman kantor dulu- yang saat itu juga lagi hamil dan mulai mengeluarkan stock clodi anak pertamanya untuk digunakan lagi ke anak keduanya. Eeheemm, jadi makin semangat deh saya pengen kasih clodi juga ke si bayi. Gak hanya itu, saya juga BBMan ama Mbak Ria tentang clodi karena saya juga lihat Iyas anaknya juga dipakein clodi. Plus di tokonya juga dia jual clodi. Tapi, saat itu saya tetap belum membeli clodi untuk persiapan si bayi, pikir saya siih: nanti aja deh klo si bayi dah lahir :)


Lalu, saat Faraz lahir apa saya langsung beli clodinya? Hohohohh, jawabannya tidak Maks. Loh, kenapa? Karena meskipun saya udah sedikit tahu tentang clodi, jujur siih saya masih maju mundur cantik seperti Syahrini pakai atau tidak si clodi itu. Abisnya *maaf* pupnya Faraz yang masih ASI full ini cair sih, tiap ganti popok otomatis ada pupnya juga ikut serta. Mana gitu musim hujan juga, jadi deh mikir ini pasti butuh clodi yang banyak buat ganti. Sementara saat itu satu pun belum ada clodi yang saya siapkan. Saya mulai mencoba nyicil beli clodi itu di bulan Januari kemarin, pas dipakaikan ke Faraz dia responnya biasa-biasa aja kayaknya sih tenang-tenang aja dengan celana kecenya, ehh clodi. Sampai sekarang sih clodi Faraz belum selusin, baru ada 8pcs. Dan jujur siih saya belum full dan total memakaikan Faraz clodi. Faraz pakai clodi itu cuma di siang hari aja malam kembali lagi pakai pospak, biar tidurnya nyaman aja siih. Begitu juga klo bepergian keluar. Terkadang siang hari di rumah pun Faraz lagi-lagi kembali pakai clodi klo penyakit malas Mamanya kambuh :p

Faraz berclodi, unyu-unyu kaan motifny?  Jadi makin lucu niih si babyboy :*
Tapi, saya makin semangat dan niat akan terus menambah koleksi clodi Faraz koq karena Pak Suami juga udah respon baik dengan pemakaian clodi ini. Secara iyah dia itu lebih tahu berapa yang dikeluarkan untuk kebutuhan pospak, karena dia yang lebih sering mampir ke toko untuk beli pospak. Padahal di awal-awal waktu saya cerita tentang clodi komennya cuma datar "pakai popok sajalah", tapi sekarang Alhamdulillah pikirannya sepertinya sudah tercerahkan, heheheh. 

Faraz and his clodi collection

Naaahh, mari berclodi juga yuks Maks biar kulit anak kita sehat. Dompet hemat. Bumi selamat! Klo bukan kita yang selamatkan bumi, siapa lagi? Setidaknya kita sedikit mengurangilah beban bumi ini. 


source pic


Selamat Hari Bumi! Hijaulah terus Bumi ku :) 


Luv,
Diah

Wednesday, April 15, 2015

Dua Puluh Minggu: Cerita ngeASI!

Bismillahirrahmanirrahim.....

Alhamdulillah, Rabu kemarin Faraz terhitung dua puluh minggu lahir ke bumi. Kadang masih sering rasa nano-nano gitu klo perhatikan Faraz yang lagi bobok manis. Masih amazing kali ya bisa melahirkannya ke bumi ini? #EmakLebay. Melalui proses yang duduh-aduuuhaaaiii melewati detik-detik mengeluarkannya. Hmm, mungkin kapan-kapan saya akan posting cerita persalinan pertama saya ini sebagai cerita untuk dikenang dalam blog tersayang ini. Biar sekalian Faraz jadi tahu juga cerita kelahirannya.

Yuuks mari lanjut yaaaaah ;) 

love Faraz muuuuch :*

Alhamdulillah sampai sekarang Faraz masih ngeASI. Sebagai Mama muda yang pengen ngasih yang terbaik untuk anaknya saya harus rajin belajar, banyak baca dan juga dengar sharing tentang ilmu ngeASI. Katanya untuk melancarkan ASI itu ibu menyusui aka busui itu harus selalu mensugesti dirinya bahwa ASInya itu cukup untuk kebutuhan bayinya. Gak perlu harus ngiri ama orang-orang yang ASInya banjir-banjir, yang bisa stock berbotol-botol ASIP di freezer. Kan tiap bayi itu punya kebutuhan ASI yang berbeda-beda. Busui itu juga gak boleh banyak fikiran macam-macam, gak boleh stress. Jadiiiii, busui itu harus happy selaaluuuu ;)

Dulu bahkan sebelum menikah pun [hamil dan juga punya bayi] saya udah niat baja harus bisa kasih ASI full ke anak-anak saya kelak.  Pokoknya anak-anak harus dapat haknya, ASI ekslusif selama 6 bulan dan tetap ASI hingga dua tahun! Jadi, pas Faraz lahir saya semangat untuk mewujudkan niat saya itu, InsyaAllah. Apalagi kan saya yang sekarang jadi full time mommy udah gak ada alasan doong untuk tidak menunaikan kewajiban saya ini, ngasih ASI Faraz secara eksklusif :) 

Pokoknya biar deh saya dibilang lebay atau apalah apalah, yang penting saya mau kasih yang terbaik untuk baby Faraz. Rada nyesel juga sih sebenarnya karena waktu di Rumah Sakit setelah lahiran itu Faraz sempat diberi sufor ma perawat disana. Klo IMD nya sih Alhamdulillah Faraz dapat. Waktu itu saya masih di ruang bersalin, sebelum di pindah ke ruangan perawatan Faraz dikasih sufor :( Bukan sekali doang itu mah karena semalaman saya harus berpisah dari Faraz karena malam pertama lahirnya itu dia dikasih sufor lagi ama para perawat, katanya daripada bolak balik kamar-ruang perawat, bayinya disimpan di ruang perawat saja karena baby Faraz harus diberi minum tiap tiga jam sekali. Saat itu infus masih ada di tangan saya plus ada kateter juga menempel jadilah saya manut-manut saja. Tapi keesokannya, walaupun infus dan kateter masih nempel saya semangat dan ngotot ngasih ASI ke bayi tercinta ♡♥

Lagi-lagi sempat sebel sebenarnya karena keesokan harinya para perawat negur klo Faraz itu mulai kuning karena katanya Faraz kurang cairan jadi harus dijemur-jemur dulu setelah mandi pagi dan setelah itu kembali lagi ke ruang perawat untuk diberi sufor lagi, ikkkss. Untungnya cuma dua hari saja di Rumah Sakit, pokoknya setelah Faraz diberi sufor lagi pagi itu saya gak mau lepas dia lagi, saya terus berusaha untuk ngasih ASI secara langsung hingga kini dan InsyaAllah hingga Faraz umur dua tahun nanti. Walaupun sebenarnya sudah dua bulan lebih ini saya dilarang makan beberapa jenis makanan karena Faraz alergi. Saya terima aja deh gak boleh makan udang, cumi, mie instan, telur bahkan roti pun dilarang makan, susu juga gak boleh! Huuaaa huuuaaa huhuhuhh *godaaannya ituuu looohhh. Pokoknya sampe Faraz umur enam bulan, saat dia sudah siap untuk MPASI baru deh saya bisa kembali lagi jadi omnivora, heheheh. Sekarang mah cukup nasi, tahu tempe yang jadi makanan pokok yang harus sedia setiap saat plus diperbanyak makan sayur ama buah juga. 

Oh ya ngomongin sayur ama buah, klo saya sih yang jadi booster ASI itu sayur kangkung, kelor, kacang ijo, daun katuk juga daun kacang. Klo buah, kebetulan banget Mama itu tiap pagi buat jus buah naga dan alpukat jadi deh saya juga ikut konsumsi. Alhamdulillah selama konsumsi itu ASI saya lancar jaya dan kebutuhan Faraz terpenuhi :)

Naah, itu cerita saya hari ini. Yang lagi jadi busui atau yang udah senior, boleh dong Maks kita share pengalamannya. Ingat yaaaa, busui itu harus happy selalu yaaaaa ;)

Luv
Diah

Friday, April 03, 2015

Maraknya Kontes di Media Sosial

Bismillahirrahmanirrahim.....

Weleeeh, udah April aja nih. 1 April katanya April Mop ya? Udah ngerjain orangkah Temans kemarin? Atau sebaliknya malah jadi bahan sasaran empuk dikerjain orang-orang terdekat? Xixixixix. Kalau dua-duanya tidak, selamat! Berarti kita termasuk orang yang gak peduli dengan April Mop itu *tooos yuk mariiii*

Btw, ngomongin tentang April Mop yaaa dekatan lah ya dengan yang namanya tipu-tipu gitu tapi masih dalam taraf iseng for fun. Sekarang harusnya udah gak nyaman dong ya namanya kita dengan mudahnya kena tipu. Kenapa? Yaaa karena di tv, koran dan media massa lainnya udah jadi berita sehari-hari kan tentang hal ini jadi harusnya kita kudu lebih extra hati-hati lagi doong. Harus lebih jeli, harus lebih awas diri #eeaaa. 

Jadi ingat beberapa waktu lalu, seorang teman di FB menshare artikel mengenai maraknya kontes tipu-tipu di medsos. Hmm, pasti udah pada tahu kan apa itu? Eehh masih ada juga yang belum tahu? Xoxoxox, itu loohh Temans tentang kontes fotografi. Jadii semacam kontes yang mengajak para orangtua mengikutkan buah hatinya untuk mengikuti kontes fotografi gitu. Ada banyak kategori lomba yang ditawarkan. Pada umumnya sih setiap sesi itu punya tema tersendiri. Jujur, saya menjadi salah satu Emak narsis yang juga telah ikut serta dalam ajang pencarian bakat itu. 

foto yg saya submit untuk kontes itu
Jadi ceritanya seminggu setelah Faraz lahir, Emaknya Ucup *sebut saja demikian* aka Jenk Raya mentag saya di postingan IGnya ngajakin ikut kontes foto. Naahh, sebagai Emak narsis yang banci kontes jadi kepengen ikutan juga nih. Sebelum ikutan, saya tanya-tanya dululah ama Emaknya Ucup perihal kontes tersebut, baru deh memutuskan iyah saya juga akan ikutan. Waktu itu temanya: Me and My Super Dad. Kebetulan banget dapat momennya, malamnya itu si Pak Tuan Suami Bapaknya Faraz lagi asyik menggendong si Baby Faraz yang kala itu masih belum punya fix name. Faraz masih dipanggil Aco (sebutan anak cowok untuk orang Bugis), secara udah nempel banget dari masih di perut disebut-sebut Aco jadi deh lahirnya juga keterusan bahkan sekarang kadang masih dipanggil Aco. Walau sebenarnya sih Mama Mertua udah kasih nama Safar pas lahir, tapi menurut Mama Faraz nama itu udah mendunia- terlalu mainstream, lagian kami ortunya Faraz juga belum menentukan siapa nama anak kami ini. Oups kepanjangan, nanti akan saya cerita asal muasal pemberian nama Faraz yah di lain postingan ;)

Well, kita balik lagi ke lanjutan cerita foto kontes tadi ya!  

terdaftar #018
Setelah dapat foto yang pas, baru deh mencoba peruntungan untuk submit foto tersebut di IG dan mentag tiga orang teman lain untuk ikutan, gak lupa juga mentag si penyelenggara kontes biar dihitung jadi peserta. Saatnya menunggu batas akhir kontes ditutup kemudian juri memberi nilai daaaann eng ing eng saat yang ditunggu-tunggu datang juga. Pagi-pagi banget pas hari H pengumuman langsung cek IG dan ternyata ada notifikasi tag dari si penyelenggara kontes, cek IGnya dan ternyata Faraz dan Bapaknya katanya terpilih jadi Juara 2 Favorite! Selanjutnya peserta yang dinyatakan menang, diharap konfirmasi ke penyelenggara. Cihuuuyy, Emak mana coba yang gak senang klo anaknya dinyatakan menang? :)

hureeee, menaaaang!!

Dengan perasaan riang gembira saya langsung invite BBM penyelenggara dan chat dengan mereka. Kasih alamat untuk pengiriman hadiah dan dibalas deh dengan sejumlah Rupiah yang harus saya transfer ke account mereka. Looh? Koq harus transfer segala? Halaaahh, gak benar ini mending duitnya dipake buat beli keperluan Faraz aja deh. Chat ama Emaknya Ucup lagi yang dinyatakan menang sebagai Juara Umum, apa dia udah konfirm dan transfer? Katanya nanti-nanti aja deh lagi malas ke ATM pun katanya. Arrhh sudahlah saya pun malas juga jadi deh saya gak pernah lagi BBM si Penyelenggara. Eehh klo gak salah 2 minggu kemudian ada BBM yang masuk dari si Penyelenggara menanyakan apa saya sudah transfer? Xixixixix saya diamin aja BBMnya malas pun tanggapinya. Masa kita udah menang harus bayar sih? Sama aja kan ya saya beli piala? Bukan beneran hadiah. 

Lagian, heran deehh. Dari sekian yang ikut kontes koq ya hampir semua peserta bisa-bisanya menang dengan berbagai predikat: juara umum boy (3), juara umum girl (3), juara favorite boy (3), juara favorite girl (3), juara harapan boy (3), juara harapan girl (3) dan juara best boy (1) - girl (1).  See, keren banget kan ya? Semua bisa menang :p 

Juara 2 Favorite Boy: Me and My Superdad
Yasudlah, biarin deh saya dibilang hit & run, yang penting saya gak rugi #EmakOgahRugi :p. Lagian klo anak saya menang, ngapain saya harus bayar segala hadiah dan nanggung ongkos kirim segala? Iyah sih emang gak ada biaya pendaftaran alias gratiiiiss tapi kan banyak juga tuh kontes di dunia maya ini yang bertebaran gratis tanpa dipungut biaya, malah si Empunya hajatan yang ngeluarin duit buat ngasih hadiah ke para pemenang plus nanggung segala ongkirnya pula, macam giveaway yang bertebaran di blogsphare ini. Yang gitu kan lebih realistis! 

Bagi Emak yang mengikutkan anaknya di kontes serupa yaah monggo aja, gak ada larangan atau intervensi koq :) tapi mungkin lebih bijak klo kita mengikutsertakan anak-anak kita pada kontes atau lomba yang lebih bermanfaat yang bisa mengasah kemampuan dan bakat anak :) 

Nah, gimana Maks? Adakah yang pernah ikutan kontes serupa gak? Atau ada info kontes yang gratis gak? Boleh dooong ya di share, xixixiix. 

Link With in

Related Posts with Thumbnails